Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2019

Perempuan diluar kebiasaan

Gambar
I Tak ada salahnya memberi kejutan atau hadiah untuk diri sendiri, sepatu bermerk dengan bandrol yang lumayan membuat kocek sedikit menahan nafas. Pakaian dengan model yang lebih elegant pun, mau tidak mau aku harus membelinya, selain karena pekerjaan, agar aku bisa terlihat rapi dan tidak berantakan. Dengan usiaku yang masih cukup dikatakan.. muda, cukup banyak tugas ke luar yang mengharuskan aku untuk bertemu dengan lingkungan baru, orang baru juga tentunya. Agar tidak  dinilai serampangan juga ketika berdandan, juga merupakan salah satu caraku untuk menghargai diri sendiri.  Siang itu, sepulang kerja, dengan budget yang sudah aku kumpulkan dan  pertimbangkan sebelumnya. Tanpa berpikir untuk ke tiga kalinya, aku melajukan motor matic-ku dengan cepat, lupa jam makan siang. Tujuanku satu, pergi ke pusat perbelanjaan untuk  memilih satu atau dua stel pakaian. Tentunya kali ini aku memilih style yang rapi, elegant tak meninggalkan kesan sedikit sentuhan maskulin juga...

Sepuluh Menit Mendambanya

Gambar
Aku melihatnya di sebuah panti rehabilitasi sosial, di kotaku. Kami tinggal di kota yang sama, tapi menurut informasi dia adalah seorang pendatang yang bekerja secara sukarela untuk memberi pendampingan bagi orang orang yang berada di panti sosial. Pekerjaan yang sangat memerlukan keteguhan hati dan sebuah panggilan, aku menyebutnya “passion”. Kami menamakan tempat semacam itu sebagai “rumah untuk berbagi”, dan tak banyak yang memimpikan untuk dapat bekerja di tempat seperti ini. Selain berhubungan langsung dengan orang orang yang dengan label “terbuang”, juga sebagian di antara mereka menderita skizofrenia dan beberapa gangguan mental lainnya. Butuh sekali kesabaran dan telinga yang lebar untuk membantu mereka dalam menjalani psikoterapi. Meskipun kami sering bertemu, namun untuk terlibat komunikasi secara langsung, kami hampir tidak pernah. Hanya dalam forum umum saja kami menjalankan pekerjaan secara prosedural dan saling membantu. Meskipun yang kami tangani sebagian besar ada...

Menunggumu...

Gambar
Satu jam lagi kita berjanji untuk bertemu, dan sekarang pukul empat sore. Aku berjalan mengarah pada matahari tenggelam, menuju senja. Kita bertemu di taman kota yang dikelilingi hutan pencakar langit. Sore itu aku memutuskan berjalan kaki untuk menemuimu, tak lupa aku menyematkan headset dan memutar lagu kesukaanku. Aku berjalan mengikuti ritme alunan lagu, tidak lambat pun juga tidak cepat, seakan aku menemukan ruang dalam langkah kakiku. Berjalan melewati beberapa orang yang berlalu lalang, dengan segala emosi yang mengikutinya. sesekali tersenyum tanpa alasan. Aroma khas orang sepulang kerja bercampur dengan asap kendaraan menemaniku di sepanjang perjalanan menuju taman. Bertemu dengan orang yang mempunyai arti penting, secara otomatis membunuh jarak yang cukup panjang, dan sudah empat puluh lima menit berlalu, langkah kaki, pun sore ini mengabaikan lelah. Pukul lima kurang lima menit aku sampai di taman. Taman selayaknya sebuah pulau kecil di tengah lautan, sebidang taman anye...